Materi Pembelajaran


Menceritakan pengalaman

Sekarang kamu coba baca pengalaman dari temanmu ini.


                        Cihuy.. aku bisa naik sepeda

Salah satu kenangan masa kecil yang masih aku ingat sampai sekarang adalah saat aku belajar sepeda. Waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 3 SD. Awalnya, seorang temanku pamer kalau dia sudah bisa naik sepeda. Tak mau kalah, aku juga bilang kalau sudah bisa naik sepeda. Memang beberapa hari sebelumnya aku sudah latihan sepeda dengan kakakku, walaupun belum lancar.
Siang, sepulang sekolah kami ambil sepeda mini milik kakakku. Setingan sepeda itu masih terlalu tinggi buatku. Kebetulan di rumahku sedang kosong, ayah ibu belum pulang kerja, kakak-kakakku belum pulang sekolah. Mula-mula temanku memamerkan kebolehannya naik sepeda. Temanku naik sepeda sambil megal-megol, pantatnya belum bisa duduk di sadel.
Kini giliranku unjuk gigi. Beberapa kali aku sempat jatuh atau nubruk tembok, tapi aku terus mengayuh pedal sepeda, tentunya dengan pantat gebal-gebol.
‘Gimana kalau kita coba taruh pantat di sadel? Berani ngga?’ tanya temanku setelah kami mengitari halaman dengan sepeda untuk kesekian kali.
‘Memangnya kamu berani?’ aku tantang balik temanku.
Temanku segera menaiki sepeda, setelah beberapa meter dia mencoba mendudukkan pantatnya di sadel, kakinya toal-toel karena sepeda itu juga masih terlalu tinggi untuknya. Dia langsung limbung.
‘Bruukk..prang’ pot besar di sudut halaman rumahku pecah diterjang sepeda.
Temanku segera pulang ke rumahnya, sementara aku deg2an takut dimarahi ayahku. Untung waktu aku ceritakan kejadian itu, ayahku bisa memaklumi.
Beberapa hari setelah kejadian itu, temanku kembali mengajakku sepedaan. Kali ini dia mengajakku bermain sepeda di jalan kecil depan rumahku. Kembali kusambut ajakannya.
Kukayuh sepeda sekencang-kencangnya, pas turunan aku tetap mengayuh sepedaku.
‘Brakkk….’ sepedaku menubruk pagar tetangga. Kakiku berdarah, tapi malu mau menangis, soalnya ada temanku, hihihi… Dengan tertatih-tatih kutuntun sepeda pulang ke rumah.



Beberapa minggu kemudian, sedang musim kampanye, entah kampanye apa aku tak peduli. Orang-orang sibuk pawai dengan sepeda motor, berisik banget. Aku tetap sibuk dengan sepeda mini.
‘Sepedaan di halaman saja, ga usah ke jalan,’ pesan ayahku berkali-kali sambil mengawasiku naik sepeda.
Aku mondar-mandir dengan sepeda mengelilingi halaman, huh lama-lama kok membosankan ya, ga ada tantangan
Begitu ayahku masuk ke rumah, kuarahkan sepedaku ke jalan.
‘ Gabruk…wuaaaaa…wuaaaaa…….’ aku menangis sekencang-kencangnya setelah sebuah sepeda motor yang membawa muatan ayam menubrukku. Kepalaku membentur jalan.
Ayahku dan tetangga kiri kanan segera berlari mengerubungiku. Berkali-kali si pengendara motor meminta maaf kepada ayahku.
‘Maaf Pak, lebih baik kita bawa ke rumah sakit, takutnya kepalanya kenapa-napa soalnya membentur jalan,’ kata si penabrakku.
‘Huaaaaa…huaaaaaa….ga mau,’ tangisku makin keras mendengar kata ‘rumah sakit’.
‘Udah gapapa Pak, emang dasarnya anaknya yang bandel, udah diingetin jangan maen ke jalan tetep nekat,’ kata ayahku.
‘Hua….hua…….hua…….’
Ayahku menuntunku pulang ke rumah.
Masih sambil menangis, aku mencari ibuku, ingin mengadu dan berharap bakal dibujuk-bujuk. Huh ternyata ibuku malah pura-pura tidur, kakak perempuanku juga. Dongkol banget rasanya.
‘Huh ngga ada yang kasihan sama aku, ga ada yang sayang sama aku,’ rutukku dalam hati.
Setelah insiden itu, aku sempat takut naik sepeda selama beberapa lama. Namun, untung kakak laki-lakiku membujukku untuk kembali belajar naik sepeda.
Awalnya trauma, tapi lama-lama mulai terbiasa lagi.
‘Brukkkk…..’ aku kembali jatuh, kali ini terpeleset kotoran ayam di halaman, hihihi….
‘Gapapa, pasti habis jatuh kamu bakal lancar naik sepeda. Aku dulu juga habis jatuh trus lancar,’ kata kakakku menyemangati.
Eh benar juga kata kakakku, aku semakin lancar naik sepeda, meliuk-liuk. Bahkan malam hari pun aku masih sepedaan di dalam rumah bersama kakakku, menirukan suara orang pawai motor berkampanye.
‘Tettteeeettt…mbem mbem…tet tet tet mbemmmm..mbemmm….’ seru kami, tanpa mempedulikan suara ibuku yang teriak-teriak meminta kami berhenti karena sudah malam.


Coba sekarang kamu bacakan cerita tersebut di depan kelas.


Menanggapi masalah.


Lomba Menyanyi



Namaku Suci Lestari. Aku sangat gemar bernyanyi. Kata orang, aku mempunyai suara yang bagus. Aku sering mengikuti lomba menyanyi. Di rumah aku mempunyai 5 piala. Semua piala tersebut hadiah dari lomba
menyanyi yang pernah aku ikuti. Suatu ketika, aku pernah mengikuti lomba menyanyi tingkat nasional.
Lomba menyanyi tersebut diadakan di Jakarta. Aku sangat gembira. Sungguh, aku tak pernah menyangka, yang menjadi juri lomba menyanyi itu adalah artis-artis ibu kota. Di sana ada Audi, Ahmad Dhani dan Titik Puspa.



Pada saat aku menyanyi, ada kejadian lucu yang tidak bisa aku lupakan. Ketika aku dipanggil oleh pembawa acara, aku segera naik panggung. Aku menyanyi dengan percaya diri, tapi penonton dan juri tersenyum aneh padaku. Aku bingung, padahal aku merasa tidak ada yang salah dengan penampilanku. Selesai menyanyi aku mendapat komentar dari juri. Mereka menilai penampilanku sangat bagus dan penuh percaya diri. Salah satu juri menyuruh melihat ke arah kakiku. Ha, aku sangat kaget dan malu. Ternyata kaos kaki yang kukenakan berbeda warna. Satu putih dan satunya hitam. Itu adalah lomba menyanyi yang menurutku paling berkesan. Meskipun aku pernah salah pakai kaos kaki, aku berhasil mendapat juara ke-2. Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini.


Memberikan saran dan pendapat

Masalah utama dalam bacaan  : Salah memakai kaos kaki.
Pendapat                    : Tidak sepantasnya Suci memakai kaos kaki yang berbeda warna
Saran                         : Seharusnya, sebelum naik ke atas panggung, Suci mempersiapkan dahulu penampilannya

Mari Berlatih

Cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah
ini. Kamu dapat menyalin jawabanmu di buku latihan.

1. Apa kegemaran Suci?
2. Berapa jumlah piala Suci?
3. Siapa juri dalam lomba menyanyi tingkat nasional tersebut?
4. Mengapa Suci kaget dan malu?
5. Bagaimana tanggapanmu mengenai pengalaman Suci?

Kalian juga bisa mendownload cerita cerita pengalaman lainnya nya di sini


Ini syarat syarat bertelepon yang baik dapat di klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar